aksi 22 mei 2019
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2813073/original/067112700_1558528234-20190522-Demo-Bawaslu-1.jpg)
hello good people apa kabar kalian semua ? semoga sehat π
kalian tau berita terkini yang sedang marak maraknya di Indonesia ?
aku sebagai rakyat Indonesia sangat merasa sedih atas apa yang terjadi di negara ini.
Perbedaan pendapat yang tidak bisa di terima satu sama lain, saling membela juga saling menjatuhkan, berpegang teguh keyakinan masing masing kemudian keyakinan orang lain tidak di hargai, mengutamakan hak diri sendiri dan melupakan hak orang lain, sibuk mencari kebenaran dan kesalahan lalu melupakan kedamaian. Sungguh tragis :(
Demo menurut sepengetahuan gue diperbolehkan dengan syarat syarat tertentu. Lalu apa yang membuat keadaan ricuh? OKNUM ! iya oknum lah yang membuat kericuhan, membuat rakyat memerangi negaranya sendiri. Disini yang membuat gua berpikir keras adalah apa yang sebenarnya diinginkan dan dicari OKNUM tersebut ? Kepuasan kah? atau oknum oknum ini menghasilkan uang lalu merasa sukses ?
Keributan antara rakyat dengan Polisi dan TNI memakan banyak korban dan belum menemukan solusi. Orang-orang yang membaca, mendengar dan melihat dari media TV dan sosial media ikut terprovokasi, kemudian saling menyalahkan kalau yg salah itu yg demo, yang salah itu Polisi TNI. hello good people kalau sibuk saling menyalahkan kapan damainya?
Yang diharapkan negara kita itu kedamaian dan persatuan bukan perpecahan.
Ada satu hal sepele tapi menurutku ini sangat penting dan sangat berpengaruh pada orang lain. Ini soal postingan di sosial media denga kata-kata "POLISI dan TNI HARUSNYA NGELINDUNGIN RAKYAT, BUKAN MELAWAN APALAGI MEMBUNUH" atau "APA YANG AKAN TERJADI SETELAH MELAKUKAN AKSI DEMO? JADI KAYA? PRESIDEN JADI GANTI? HASIL VOTE BERUBAH? KALIAN JADI MAKMUR?". Mungkin orang orang yang pos/ share seperti itu di sosial medianya ingin berpendapat dan membela kebenarannya masing masing. Tapi mereka tidak berpikir apa yang mereka share ini sangat berpengaruh buat orang orang yang menggunakan sosial media juga lalu membacanya, melihatnya, mendengarnya lalu ikut terprovokasi saling membenci dan timbullah PERPECAHAN ONLINE (saling ribut di dunia online). Karena apa yang kita lihat itu bisa membuat pikiran kita berkembang entah ke arah yang positif atau negatif. Sosial media ini sifatnya sangat publik, dan banyak orang yang mengambil kesimpulan hanya karena melihat dari postingan atau mendengar dari "KATANYA".
and then good people gua sangat berharap kepada kalian yang sudah atau ingin share/ post soal aksi 22 Mei kemarin STOP menggunakan kata atau caption yang tujuannya "MEMBELA TAPI MENJATUHKAN YANG LAIN", kenapa tidak menggunakan kata kata yang lebih baik positif serta membangun harapan "KEDAMAIAN dan PERSATUAN".
Sebenarnya tentang apa yg kita post itu hak masing masing pengguna sosial media tapi kita harus bisa berpikir dampak positif/negatif yang kita share.
yuk berbuat kebaikan dan timbulkan benih benih kebaikan untuk penerus bangsa kita, jangan mudah terpengaruh oleh hama/racun yang bisa ngehancurin diri sendiri dan Bangsa kita.
soooooooo keep fight in a good way guys π
Komentar
Posting Komentar